Hukum

Ternyata Ini Toh Yang Bikin RJ Lino Jadi Tersangka

pelabuhan

Beritaasatu – Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II tahun 2010, Direktur Utama (Dirut) Pelindo II RJ Lino diduga melakukan perbuatan melawan hukum, menyalahgunakan wewenang, memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan cara memerintahkan penunjukkan langsung pengadaan 3 unit QCC kepada perusahaan China.

RJ Lino“RJL diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dengan cara memerintahkan penunjukkan langsung pengadaan Quay¬†Container Crane kepada perusahaan China,” demikian disampaikan Pelaksana harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, Jumat (18/12/2015).

Berdasarkan pengembangan dan penyelidikan, kata Yuyuk, kasus yang ditangani lembaga antirasuah tersebut berbeda dengan yang ditangani Bareskrim Mabes Polri.

“Kasus KPK berasal dari pengaduan masyarakat berbeda yang ditangani Bareskrim Polri,” ungkap Yuyuk.

Lebih lanjut, Yuyuk mengemukakan pihaknya masih belum mengetahui berapa jumlah total kerugian negara yang diakibatkan RJ Lino. Namun Yuyuk memastikan kerugian negara atas dugaan korupsi yang dilakukan RJ Lino itu masih dalam penghitungan.

“Kita belum bisa sampaikan berapa jumlah kerugiannya. Kita masih dalam penghitungan,” tuturnya.

Yuyuk melanjutkan, sampai saat ini pihaknya masih belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap RJ Lino.

Atas perbuatannya, RJ Lino disangkakan dengan Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana
diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top