Hukum

Ruhut dan Aktivis 98 Kompak Dukung Basaria Panjaitan Pimpin KPK

ruhut dukung Jokowi

Jakarta – Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengaku belum ada instruksi dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), soal dukungan terhadap calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK).

Namun, kata dia, sebagai fraksi Demokrat yang mempunyai tekad dan tidak pandang bulu untuk memberantas korupsi di Indonesia, secara pribadi ia sendiri merasa cocok dengan figur capim KPK dari unsur Kepolisian yaitu Irjen Pol Basaria Panjaitan sesuai visi misinya yakni KPK harus melakukan pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi.

ruhut dukung Jokowi“Itu yang diutamakan. Basaria berjanji akan membawa KPK lebih konsentrasi dalam pencegahan, meski tetap melakukan penangkapan. Dan dia (Basaria) cocok,” tegas Ruhut, Minggu (13/12/2015).

Lebih lanjut, Ruhut berpesan agar pemimpin KPK berikutnya bisa meningkatkan sinergitas, koordinasi dan saling membantu antar lembaga penegak hukum baik KPK, Kejaksaan, dan Polri dalam menangani perkara hukum. Hal tersebut, kata dia, akan mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada tiga lembaga penegak hukum itu.

“Untuk itu KPK, Polri, dan Kejaksaan melakukan konsolidasi ke dalam, sinergi, dan koordinasi serta saling membantu dan jaga hubungan baik itu. Jangan sampai ada kesenjangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anggota Komisi III itu memuji lolosnya polisi wanita itu sebagai pengganti Abraham Samad.

“Ini adalah sesuatu yang baru jika ada seorang wanita menjadi pimpinan KPK. Dari dulu enggak pernah wanita menjadi pimpinan KPK.

Ruhut menyakini Basariah memiliki rekam jejaknya adalah polisi yang baik dan bersih. Dan harus diingat, kata dia, surga di telapak kaki ibu.

“Jadi kita harus hormati wanita. Ingat, surga itu di telapak kaki ibu,” terang dia.

Hal senada juga dilontarkan ormas Gerakan Manusia Pancasila (GEMPA) yang mendukung mantan penyidik Polri itu sebagai Ketua KPK. Gempa menyatakan dukungannya kepada Basaria sebagai Ketua KPK dan mendorong agar Komisi III tidak mengulur-ulur waktu untuk segera melaksanakan fit and proper test seiring datangnya masuk reses jelang akhir tahun 2015. Sekjen Gempa Ferry Supriyadi menilai penegakkan supremasi hukum khususnya dibidang tindak pidana korupsi saat ini dibutuhkan figur yang berintegritas dan kapabilitasnya teruji.

“Jadi sosok Basaria adalah orang yang tepat sebagai pimpinan KPK. Persoalannya semua kembali pada nurani Anggota Komisi III DPR RI,” beber Ferry saat ditemui di TIM Jakarta.

Dikatakan Ferry, ormas GEMPA akan siap mendukung dan berjanji akan menjadi garda terdepan mengkritik jika KPK yang dipimpin Basaria kedepan melempem dalam kinerjanya. Berangkat dari itu perlu diwujudkan dan diberi kepercayaan dulu pada Basaria. GEMPA menjadi pelopor aksi bubarkan KPK pada 8 April 2012. Sebelumnya, GEMPA melalui video Youtube berjudul “Gempa bubarkan Kpk” yang kala itu kinerja KPK dipimpin oleh Abraham Samad Cs terkesan Amburadul dan tebang pilih.

“Bukannya hukum yang dijadikan panglima, justru politik yang menjadi priority. Kenapa tidak kalau kita percayakan dulu pada Basaria pimpin KPK. Di Indonesia baru pertama kali sejarah wanita berpangkat Irjen Pol baru dijabat oleh Basaria Pandjaitan. Ia konsisten dalam berperilaku, komitmen jalankan tugas tanpa tebang pilih,” tukasnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top