Politik

Aktivis 98 Dukung Presiden Buruh Said Iqbal Jadi Pengganti Presiden Jokowi

Presiden KSPI Said Iqbal

Jakarta – Mantan aktivis 98 yang tergabung dalam Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) mendukung Presiden buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal untuk menjadi pengganti Presiden RI Joko Widodo.

“Kami mendukung perwakilan buruh itu Saudara Said Iqbal menjadi pengganti Pak Jokowi sebagai Presiden RI,” ungkap Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa, Jumat (20/11/2015).

Pasalnya, KSPI dan beberapa konfederasi buruh lainnya kerap menyerukan sejumlah tuntutan kesejahteraan dan upah yang layak bagi para buruh. Willy pun memastikan jika Said Iqbal menjadi Presiden RI maka demo ratusan buruh dan mogok nasional itu tidak akan pernah ada lagi.

Presiden KSPI bersama Prabowo Subianto

Presiden KSPI Said Iqbal bersama Prabowo Subianto

“Kalau Said Iqbal jadi Presidennya, kan bisa naikkan upah semau nya dan mampu sejahterahkan buruh. Juga bisa menghentikan kekuasaan para pemodal asing. Jadi orasi-orasinya bisa di praktekkan langsung kalau sudah jadi Presiden,” ucapnya.

Lebih lanjut, Willy menyakini jika Said Iqbal jadi Presidennya para buruh dipastikan akan merapatkan barisan untuk mendukungnya karena dinilai dapat menghapus kemiskinan yang mendera kaum buruh.

“Said Iqbal jadi Presiden kenaikan upah buruh pasti terealisasi dan didasarkan pada komponen hidup yang layak bukan dari PP Pengupahan dan akan dirubah juga sistem kerja, sistem ekonominya. Jadi siapkan saja Said Iqbal untuk jadi Presiden RI berikutnya,” tegas dia.

Sementara itu, menyikapi adanya rencana aksi mogok nasional pada 24 s/d 27 November mendarang, Jari 98 menghimbau kepada kaum buruh agar tetap taat hukum, tertib dalam menyampaikan aspirasinya dan tidak mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Efisiensi aspirasi yang diperjuangkan harus ada esensinya, dan jangan jadikan unjuk rasa itu sebagai ajang rekreasi politik,” ujarnya.

Tak hanya itu, Willy juga meminta kepada aparat keamanan khususnya Kepolisian untuk tidak segan-segan menindak para demonstran yang melanggar hukum umumnya yang mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Kalau perlu ditangkap yang melakukan sweaping dikawasan industri. Hargai hak-hak warga lainnya juga perlu diperhatikan,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top