Hukum

KontraS: Buwas di BNN Masih Bikin Gaduh

Buwas asal

Buwas bikin cemasBeritaasatu –  Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso alias Buwas yang baru saja dilantik tidak mengerti tugasnya. Sebab, menurut Koordinator Kontras Haris Azhar, pernyataan Buwas yang akan memenjara dan menghapus rehabilitasi bagi para pengguna narkotika adalah pernyataan yang bertentangan dengan semangat UU Kesehatan dan UU Narkotika. 

“Dan pernyataan itu perlu dikritik kembali,” kata Haris saat jumpa pers bertema “Budi Waseso masih Gaduh; Pengguna Narkoba adalah Subyek Rehabilitasi” di Kantor Kontras Jl. Borobudur 14 Menteng Jakpus, Jumat (11/9/2015).

Disisi lain, lanjut Haris, Buwas juga masih menunjukan sikap kontroversial alias menciptakan kegaduhan. Dari sisi hukum, kata dia, Buwas sepertinya tidak paham bahwa BNN mampu menjadi institusi yang berfokus pada tindakan preventif dan penindakan bandar besar dalam memberantas narkoba, bukan justru mengevaluasi tidak tepat sasaran pada UU narkoba, terutama pada bagian rehabilitasi pasal 54 pada UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika. 

“Memberi sanksi pidana penjara para pengguna justru mengaburkan tujuan pokok kehadirian BNN dan oleh karenanya bisa berdampak pada pembiaran penanganan para bandar besar,” jelasnya. 

Dikatakan dia, hal ini justru tidak menyelesaikan masalah narkotika secara menyeluruh baik itu jangka pendek maupun panjang. Dari hasil penelitian akademis tersurat dengan jelas bahwa “perang melawan narkotika” seperti ini yang hanya menangkap memenjarakan pengguna kelas kecil, terbukti gagal diberbagai negara lain, bahkan menyebabkan lebih banyak masalah dibandingkan membantu menyelesaikan masalah. Semakin bandar tidak tercegah maka akan semakin meramaikan pasar narkoba di Indonesia. 

“Kegagalan ini akan memperburuk kondisi indonesia, hal ini bertentangan dengan UU kesehatan No 36 tahun 2009 pasal 4-7,” paparnya.

Lebih jauh, Haris menambahkan pernyataan Buwas seakan menambah panjang dosa terhadap penegakan hukum di Indonesia. Pihaknya pun tidak yakin bahwa pemberantasan narkoba akan semakin baik dibawah kepemimpinan Buwas, karena disinyalir hanya akan memberantas para pemain berkelas teri.

“Memandang kinerjanya yang memilih kasus hingga mengkriminalisasi penggiat anti korupsi,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top