Politik

Reaksi Setya Novanto saat Dilaporkan Anggota Dewan

Setya Novanto

Setya NovantoBeritaasatu – Tujuh orang anggota Dewan dari empat fraksi melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) kemarin. Mereka menilai kehadiran Ketua DPR dan rombongan di acara jumpa pers calon Presiden dari Partai Republik Donald Trump melanggar kode etik.

Ketujuh orang itu, demikian CNN Indonesia menulis, yakni Charles Honoris, Budiman Sudjatmiko, Adian Napitupulu, dan Diah Pitaloka dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan; Maman Imanulhaq dari Partai Kebangkitan Bangsa; Amir Uskara dari Partai Persatuan Pembangunan; dan Akbar Faizal dari Partai NasDem.

“Kami hanya minta pertanggungjawaban pimpinan DPR. Kami minta MKD melakukan pembuktian. Kalo terbukti salah, kami minta ada sanksinya,” ujar Charles.

Para pelapor menganggap Setya dan Fadli melanggar Pasal 292 Peraturan DPR tentang Tata Tertib mengenai Kode Etik. Pasal itu menyebut setiap anggota selama menjalankan tugas harus menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPR. Selain itu, mereka juga dituding melanggar Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kode Etik, Pasal 1 ayat 10 tentang Perjalanan Dinas, dan Bab II Ketentuan Umum dan Integritas.

Kasus dugaan pelanggaran etika ini dinilai sudah sangat mencoreng institusi Dewan. “Harus ada permintaan maaf dari mereka, sebab, yang paling dirugikan pemerintah,” kata Charles seperti dikutip Republika.

Laporan ini, kata dia, lebih pada pembuktian apakah pihak terlapor benar-benar melakukan pelanggaran etika sebagai anggota maupun pimpinan dewan atau tidak.

Sebelummya, MKD juga sudah menggelar rapat untuk mensikapi kehadiran Setya Novanto di konferensi pers Donald Trump itu.

Rombongan Setya dan Fadli berkunjung ke New York dalam rangka mengikuti 4th World Conference of Speakers of Inter-Parliamentary Union, 31 Agustus-2 September. Namun usai acara, sebagian anggota delegasi memilih untuk memperpanjang lawatannya dan bertemu dengan Trump.
Sebelumnya, pimpinan MKD juga menggelar rapat secara tertutup. Menurut Wakil Ketua MKD Junimart Girsang, walaupun tidak ada laporan yang datang, pihaknya tetap bisa mengusut apakah ada pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Pimpinan DPR Setya Novanto dan Fadli Zon. “MKD bisa memproses tanpa aduan dan laporan. Ini sudah masuk ranah publik,” kata Junimart seperti dikutip liputan6.

Setya Novanto mengapresiasi adanya laporan itu. Sebab dengan adanya laporan itu, kata dia, menunjukkan MKD telah menjalankan tugas, fungsi dan kewenangan. “Kami berharap segenap anggota dan pimpinan MKD bekerja secara profesional tanpa intervensi kepentingan pragmatis dari pihak-pihak tertentu. Karena kami merasa kehadiran kami dalam jumpa pers bersama Donald Trump tidak melanggar kode etik anggota DPR,” jelas Novanto seperti dikutip fajar.co.id.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top