Hukum

Konspirasi Besar di Balik Pencopotan Budi Waseso

Buwas

BuwasBeritaasatu – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sudah memastikan akan melantik Komjen Anang Iskandar sebagai Kabareskrim. Penggerebekan Pelindo oleh Bareskrim pun, makin kencang disebut-sebut jadi penyebab pencopotan Jenderal Budi Waseso.

Direktur Energi Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean, mengatakan sulit untuk tidak mengaitkan isu pencopotan Jenderal Buwas dengan kasus Pelindo yang ditangani Bareskrim. Terlebih setelah penggeledahan, RJ lino Dirut Pelindo, pontang-panting menelpon Sofyan Djalil, dan Menteri BUMN Rini. Bahkan Menteri BUMN, sampai menelpon Kapolri. Lalu, setelah itu Wapres Jusuf Kalla angkat suara juga.

Kemudian muncul isu pencopotan Jenderal Buwas.

“Rangkaian kisah ini membuat publik bertanya-tanya, ada apa ini. Jadi ini konspirasi besar antara mafia migas, mafia pelabuhan bersama sama dengan kekuasaan yang kita duga meminta bantuan dan berlindung kepada kekuasaan di republik ini,” katanya di Jakarta, kemarin (Kamis, 3/9).

Menurut Ferdinand, isu kedekatan RJ Lino dengan sejumlah nama penting di lingkar kekuasaan sudah banyak yang membicarakan. Jadi kalau sekarang muncul dugaan, bahwa isu pencopotan Jenderal Buwas adalah sebuah skenario, adalah hal yang wajar.

Ferdinan termasuk yang percaya bahwa isu pencopotan Jenderal Buwas sudah diskenariokan. “Ini konspirasi besar dan jahat luar biasa untuk menghentikan langkah Bareskrim yang sedang mengusut kasus besar mafia migas dan mafia di Pelindo,” katanya.

Apalagi di media sosial beredar kabar, Clarissa anak kedua RJ Lino memiliki saham 46.6% di Bukaka lewat amadeus acquisition. Tak hanya itu, Sofyan Djalil pernah menjadi komisaris utama anak usaha Pelindo II yakni PPI.

Sementara adik Menteri BUMN Rini Soemarno, Ongky Soemarno dikabarkan cawe-cawe dalam perpanjangan konsesi JICT. Tiga orang ini adalah yang diklaim RJ Lino menjadi bekingnya menghadapi aksi Buwas.

Padahal kata Ferdinand, selama ini publik sangat haus melihat perbaikan kinerja di tubuh Polri, terutama dalam memerangi korupsi. Sekarang kehausan itu mulai terjawab dengan langkah berani Bareskrim yang dengan lugas langsung membongkar kasus besar seperti kasus TPPI. Bahkan langsung menetapkan tersangkanya.

“Sekarang semangat pemberantasan korupsi dan perang terhadap mafia ingin dipatahkan oleh kekuatan para mafia yang kolaborasi dengan kekuasaan,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top