Nasional

Disinyalir Ada Gerakan Bawah Tanah Di Papua, Polri Pakai Jurus Pendekatan Kesejahteraan

Papua

217993_demo-mahasiswa-papua-menuntut-kemerdekaan-papua-barat-di-solo_663_382Beritaasatu – Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Badrodin Haiti, menilai penanganan hukum di Papua berbeda dengan daerah lainnya. Apalagi di Papua, ada kelompok masyarakat seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Pola penanganan di Papua itu melalui pendekatan kesejahteraan. Tapi kalau ada pihak yang melanggar hukum, baik dari OPM atau KNPB, semua akan ditindak,” kata Jenderal Pol Badrodin Haiti kepada wartawan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Rabu (2015-08-19).

Hal itu, disampaikan Jenderal Pol Badrodin Haiti menanggapi beredarnya kabar KNPB mulai bergerilya melakukan perekrutan di kampus-kampus untuk mengajak mahasiswa bergabung dengan OPM.

Pergerakan dua kelompok tersebut memang dianggap sering meresahkan masyarakat. Contoh kasus, pada Maret lalu, mereka diduga melakukan kerusuhan di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Kepolisian Daerah Papua sendiri mensinyalir kelompok KNPB memiliki gerakan bawah tanah untuk menarik simpati masyarakat. Kelompok ini pun sering main kucing-kucingan dengan polisi. Namun demikian, anggota kepolisian di Yahukimo selalu sigap memonitor gerakan kelompok ini.

Tujuan utama kelompok tersebut adalah merdeka dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mantan Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Pol Yotje Mende, beberapa waktu lalu telah berupaya mendorong pemerintah pusat untuk membubarkan KNPB.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top