Nasional

Kapolri Tak Mau Komentari Pembubaran KPK, Itu Penilaian Masing-Masing

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti bersama Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan dan Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti bersama Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan dan Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti bersama Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan dan Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso

Beritaasatu – Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Badrodin Haiti, tidak mempermasalahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga adhoc, dibubarkan atau tidak.

Untuk itu, Jenderal Pol Badrodin Haiti enggan menanggapi munculnya wacana pembubaran lembaga antirasuah tersebut, yang belakangan santer setelah dicetuskan kembali oleh Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri.

“Itu penilaian masing-masing, ya. Saya tidak bisa komentar. Sepanjang koordinasi bagus, saya pikir tidak ada masalah,” kata Jenderal Pol Badrodin Haiti di kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Rabu (19 Agustus 2015).

Kapolri menjelaskan, peningkatan koordinasi antara Polri dan KPK merupakan hal penting sebagai solusi agar kedua lembaga penegak hukum ini tidak saling tumpang-tindih dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.

“Makanya memang dalam situasi seperti sekarang banyak yang sarankan agar pencegahan harus dapat porsi yang lebih besar, tidak hanya KPK, tapi semua kementerian atau lembaga,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, menghendaki agar KPK segera dibubarkan. Lantaran lembaga antirasuah tersebut dianggap sudah melewati kewenangannya sebagai lembaga adhoc. “Komisi atau lembaga yang sifatnya adhoc ini harus diselesaikan, harus dibubarkan karena sudah waktunya diganti,” katanya.

Megawati menjelaskan, KPK dibentuk ketika era pemerintahannya. Saat itu KPK sebagai salah satu lembaga yang bersifat sementara. Kini lembaga yang bertugas memberantas korupsi tersebut sudah lebih dari satu dekade berdiri dan saat ini sudah waktunya untuk mengakhiri peran di Indonesia. “Itu kan sifatnya sementara jadi sudah waktunya,” ungkapnya.

KPK sendiri didirikan pada 2002 lalu. Awal pembentukannya ialah untuk membantu kinerja Kejaksaan Agung dan Kepolisian yang kala itu dianggap kurang bagus dan minim mengantongi kepercayaan publik. Tapi, saat ini Polri dan Kejaksaan memiliki kinerja yang bagus. Sehingga tidak butuh bantuan dari lembaga lain. “Pernyataan ini saya sadari betul-betul. Dan saya bakal di-bully di media sosial. Tapi tentu saja menurut saya ini pemikiran yang logis dan wajar,” tutup Megawati.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top