Ekonomi

KSPI akan Tempuh Langkah Hukum Soal Penyelesaian Kasus Kecelakaan Kerja PT Mandom Indonesia

Kecelakaan Kerja PT Mandom Indonesia

kecelakaan kerja pt mandomBeritaasatu – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terus mendesak berbagai pihak termasuk pemerintah terkait kecelakaan kerja yang berulang selama ini dan memakan puluhan korban jiwa, termasuk ketidak jelasan soal penyelesaian kasus kecelakaan kerja yang menimpa PT Mandom Indonesia Tbk telah menelan 27 korban Jiwa serta 30 korban masih kritis dan 1 korban jiwa di PT GSG.

“KSPI akan lakukan langkah hukum kepada pihak terkait untuk penyelesaian kasus tersebut,” tegas Presiden KSPI Said Iqbal, di Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Menurutnya, pihaknya menilai kinerja Kementerian Ketenagakerjaan yang sangat lamban dalam menangani kasus PT Mandom Indonesia Tbk dan PT Garuda Steel Group (GSG). Dimana selama ini para buruh dipaksa untuk menyerahkan nyawanya.

“Karena, persoalan ini terkait dengan banyaknya persoalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tidak berjalan dengan baik di tiap perusahaan,” ujarnya.

Terlebih, kata dia, kasus PT Mandom Indonesia yang telah merenggut 27 nyawa pekerja akibat kebakaran di pabrik PT Mandom Indonesia. Maka itu, KSPI menyampaikan tuntutannya. Antara lain :

Pertama, mendesak pemerintah untuk menangkap dan memenjarakan pengusaha PT Mandom Indonesia yang telah menyebabkan meninggalnya 27 pekerja dan 30 pekerja lainnya masih kritis dan dirawat diruang ICU.

Kedua, mendesak pihak pemerintah dan kepolisian untuk membuka hasil Lab Forensik kasus kebakaran PT Mandom dan pabrik lainnya kepada publik.

Terakhir, terkait kebakaran PT Mandom Indonesia, Kemenaker dan Bupati Bekasi wajib bertanggung jawab dan mundur bila dalam sepekan kedepan belum juga ada kejelasan dari kasus kebakaran tersebut.

“Kami menilai insiden tersebut diduga merupakan tindak pidana kelalaian yang telah menimbulkan kematian dan luka bakar berat.
Penggunaan tenaga pemagangan, yang diduga tanpa pelatihan dan ditempatkan dibagian produksi merupakan pelanggaran terhadap Standard Prosedur Kerja (SOP),” ungkap dia.

Iqbal pun meminta agar Presiden Direktur PT Mandom dan PT GSG serta jajarannya harus bertanggung jawab secara hukum atas insiden tersebut. Tak hanya itu, kasus PT Mandom Indonesia Tbk pun, kini telah menjadi concern utama International Trade Union Confederation Asia Pacific (ITUC AP).

ITUC-AP pun telah mengeluarkan resolusi dengan No 23 yang di terbitkan saat konferensi ITUC-AP di Kochi, India.

Mr Suzuki selaku Sekertaris Jenderal ITUC-AP datang ke Indonesia untuk menindak lanjuti resolusi tersebut dan akan menyampaikan kasus ini ke kantor pusat di Brussel, Belgia, serta akan menggalang Solidaritas Internasional atas tragedi Kemanusiaan yang terjadi secara beruntun di Indonesia tapi belum mendapat tanggapan serius dari pemerintah Indonesia. (Ray)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top