Hukum

KPK Terancam Bubar, Ini Tanggapan dari Senayan dan Internal

Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi SP

Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi SP

Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi SP

Beritaasatu – Munculnya pernyataan Presiden kelima Megawati Soekarno Putri saat Seminar Nasional Kebangsaan di Gedung DPR RI, keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga ad hoc terancam akan dibubarkan.

Beragam tanggapan pun muncul baik dari pihak luar KPK maupun internal KPK sendiri. Mulai dari Senayan, muncul komentar dari Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Fahri sepenuhnya sepakat dengan usul dan pendapat Megawati itu. Ia setuju dengan ide pembubaran lembaga antikorupsi tersebut, dan mengungkapkan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan menuju bubarnya KPK.

Pertama, kata Fahri, pihak yang dulu ikut menyusun landasan hukum KPK, kini justru menyatakan ada yang salah dengan KPK. Sebagai contoh, Fahri lantas menyebut nama pakar hukum Romli Atmasasmita yang merupakan Ketua Tim Pembentuk Undang-Undang KPK.

Baca Juga : IPW: KPK Bubarkan Saja !!!

Baca Juga : Megawati Dorong KPK Segera Bubar, Pimpinan KPK: Itu Sangat Wajar

Baca Juga : Polisi Hebat, KPK akan Bubar

Lebih Seru Lagi, Baca Ini : Pimpinan KPK Ini Minta KPK Dibubarkan

Fahri juga mengungkapkan nama pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra yang menjabat sebagai Menteri Hukum dan Perundang-undangan saat KPK dibentuk. Saat itu Yusril adalah menteri yang menandatangani UU KPK. Namun, kata Fahri, baik Yusril maupun Romli kini menilai ada yang salah dengan KPK.

“Sekarang Presiden (Megawati) yang saat itu menandatangani UU KPK juga mengatakan bubarkan (KPK). Ini penting karena Bu Mega dulu terpaksa menandatangani UU KPK dan sekarang dia juga yang harus mencabutnya melalui partainya yang sedang berkuasa,” ujar Fahri.

Sementara dari pihak internal KPK, Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK Johan Budi SP, menegaskan lembaganya itu tak boleh dibubarkan. Sebab, ia menyakini putri Presiden pertama itu sama sekali tak bermaksud membubarkan KPK yang justru lahir di masa pemerintahannya selaku Presiden RI kelima.

Meskipun, Johan tak mendengarkan langsung pernyataan Megawati.

“Saya tidak mendengar secara langsung redaksional statementnya bu Megawati secara lengkap. Apakah membubarkan KPK itu dengan syarat-syarat atau tidak,” tuturnya.

Lebih jauh, Johan memastikan lembaganya tidak mungkin dibubarkan karena korupsi masih saja merajalela di Indonesia hingga saat ini.

“Tentu KPK tidak boleh dibubarkan karena korupsi masih marak dan korupsi adalah musuh besar bangsa ini,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top