Ekonomi

Saran Rizal Ramli Dinilai Tepat Soal Pembatalan Pembelian Pesawat Airbus A350

Rizal Ramli Menko Ekuin pilihan Jokowi

Rizal Ramli Menko Ekuin pilihan Jokowi

Rizal Ramli Menko Ekuin pilihan Jokowi

Beritaasatu – Pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli yang meminta Garuda Indonesia membatalkan pembelian pesawat Airbus A350 menurut Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati sudah tepat. Dari sisi bisnis, Enny mengatakan rencana Garuda membeli pesawat berbadan lebar sangat ambisius di tengah perlambatan ekonomi dan kerugian yang masih dialami Garuda.

“Pernyataan Rizal Ramli ada benarnya, karena secara ekonomi aksi korporasi harus dinilai secara jangka panjang. Kita tidak hanya bicara strategi jangka pendek. Rencana pembelian pesawat Airbus A350 tersebut akan mendatangkan konsekuensi dalam jangka panjang,” kata Enny dilansir Investor Daily, Senin (17/8).

Menurut Enny, dalam beberapa tahun terakhir, Garuda sudah melakukan aksi korporasi besar-besaran dengan membeli banyak pesawat dan membuka berbagai rute penerbangan baru. Hal tersebut membuat keuangan Garuda goyah. Pasalnya, ekspansi jangka panjang yang diambil Garuda sampai saat ini belum membuahkan hasil.

Untuk itu, Garuda harus lebih berhati-hati dalam mengambil langkah-langkah strategis saat ini. Dia menyebut pernyataan dari Rizal Ramli perlu diterima dengan baik.

“Garuda dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan kinerja, dari analisis INDEF, economic value added (EVA) Garuda terus menurun. Hal ini belum tentu karena kerugian jangka pendek, namun bisa jadi karena Garuda ada ekspansi jangka panjang yang terlalu ambisius, padahal investasi jangka panjang ini belum tentu menghasilkan untung,” ujarnya.

Enny juga mengatakan sebagai perusahaan terbuka sekaligus maskapai penerbangan pelat merah, sudah seharusnya Garuda melakukan transparansi mengenai aksi korporasi yang akan diambil manajemen. Saat ini publik hanya mengetahui kinerja perusahaan yang bersifat umum. Sementara, masterplan perusahaan tidak dibuka ke publik. Pernyataan dari Rizal Ramli, sekaligus membuka mata masyarakat dan pemerintahan Jokowi untuk lebih bisa melakukan pantauan terhadap perusahaan publik.

“Owner Garuda ini pemerintah. Tapi Garuda juga sudah menjadi perusahaan terbuka. Jadi laporan detialnya harus bisa dibuka secara transparan. Tidak hanya Kementerian BUMN saja yang harus tahu, tapi seluruh kementerian dan lembaga, atau secara keseluruhan NKRI,” ujarnya.

Di sisi lain, Enny mengatakan Menko Kemaritiman Rizal Ramli sebaiknya memilih cara berkomunikasi yang lebih tepat. Dia mengatakan pendapat Rizal mengenai aksi korporasi Garuda ini bisa disampaikan ke kementerian yang bertanggung jawab langsung terhadap maskapai tersebut. Hal tersebut juga bisa dibahas dalam sidang kabinet agar lebih efisien.

“Saya sarankan agar cara berkomunikasi antarelite politik bisa lebih baik, karena masyarakat melihat mereka sebagai kesatuan. Harusnya ketika ada perbedaan pendapat, dibicarakan di sidang kabinet, agar ada keputusan atau solusi bersama. Untuk kepentingan publik, mana yang merugikan dan tidak, harus dibicarakan di tingkat menteri. Dalam hal ini, soal bisnis maskapai pelat merah di bawah Kementerian BUMN, sementara masalah teknis dan transportasi ada di Kementerian Perhubungan,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terpopuler

Banner Meikarta 2

To Top